name='rating'/> Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) dalam Neurologi: Harapan Baru dan Tantangan
Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) adalah terapi inovatif yang dapat diibaratkan sebagai oase di tengah gurun bagi pasien dengan gangguan neurologis. Dalam HBOT, pasien menghirup oksigen 100% di dalam ruang bertekanan tinggi, serupa dengan mendapatkan hembusan udara segar di tengah kelelahan. Sebuah review terkini, berdasarkan literatur dari database MEDLINE hingga 10 Mei 2020, mengkaji temuan neuropsikologis pada berbagai gangguan neurologis yang diobati dengan HBOT. Review ini membuka perspektif baru untuk perbaikan terapeutik dengan memasukkan 42 studi setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Namun, hasil yang diperoleh masih kontroversial terkait efisiensi HBOT dalam berbagai kondisi neurologis dengan gangguan kognitif sebagai hasilnya.

Teori neuroplastisitas, yang menggambarkan kemampuan otak untuk mengadaptasi dan memodifikasi struktur serta fungsinya sebagai respons terhadap pengalaman dan pembelajaran, mendukung penggunaan HBOT. HBOT, dengan meningkatkan oksigenasi jaringan, dapat mendorong proses neuroplastisitas, membantu pemulihan fungsi otak setelah cedera atau dalam penyakit neurodegeneratif. Penelitian yang termasuk dalam review ini menunjukkan bahwa HBOT mungkin memiliki efek positif pada beberapa gangguan kognitif, namun masih memerlukan pendekatan yang lebih objektif dan tepat dalam penilaian neuropsikologis untuk mengevaluasi efikasinya secara akurat.

Dalam menganalisis efikasi HBOT, penting untuk mempertimbangkan teori-teori neurologis dan neuropsikologis. Teori neuroplastisitas, misalnya, memberikan dasar teoretis mengapa HBOT bisa efektif. HBOT dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan jaringan otak, yang kemudian bisa memfasilitasi pemulihan fungsi otak. Namun, penelitian dalam review ini menunjukkan hasil yang beragam, menunjukkan perlunya metode penilaian yang lebih objektif dan tepat.

Di sisi lain, teori dan model neuropsikologis juga penting dalam mengevaluasi efek HBOT pada gangguan kognitif. Sebagian besar studi yang diulas berfokus pada proses kognitif tunggal, sedangkan pendekatan yang lebih komprehensif diperlukan untuk memahami efek HBOT pada domain kognitif yang berbeda. Hal ini mengingatkan pada pentingnya menyeluruh dalam penilaian, layaknya pelukis yang tidak hanya fokus pada satu bagian kanvas, tetapi juga pada keseluruhan gambar.

Keterbatasan lain dari studi yang ada adalah kurangnya studi longitudinal yang bisa memberikan wawasan lebih dalam tentang efek jangka panjang HBOT. Seperti pohon yang membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang, pemahaman yang mendalam tentang efek jangka panjang HBOT membutuhkan penelitian yang berkelanjutan dan menyeluruh.

Melihat ke depan, HBOT menawarkan potensi besar sebagai terapi komplementer dalam neurologi, namun diperlukan penelitian lebih lanjut. Perlu adanya studi longitudinal yang dapat memberikan data tentang efek jangka panjang HBOT, serta penelitian yang lebih berfokus pada berbagai domain kognitif. Seperti pelaut yang menavigasi lautan luas, dunia medis perlu mengarungi lebih dalam lautan pengetahuan tentang HBOT untuk memahami potensi penuhnya.

Selain itu, penelitian mendatang harus menggunakan metode penilaian neuropsikologis yang lebih objektif dan tepat. Ini penting untuk memastikan bahwa hasil yang didapatkan bisa diandalkan dan valid. Seperti seorang penjelajah yang membutuhkan kompas yang akurat, peneliti membutuhkan alat penilaian yang dapat diandalkan untuk menavigasi dunia kompleks gangguan neurologis.

Refleksi ini juga mengarah pada perlunya kolaborasi multidisiplin dalam penelitian HBOT. Tim yang terdiri dari neurolog, neuropsikolog, dan ahli terapi oksigen hiperbarik dapat memberikan wawasan komprehensif dan mendalam. Kolaborasi ini seperti orkestra yang memainkan simfoni, di mana setiap pemain memiliki peran penting dalam menciptakan harmoni yang indah.

Hyperbaric Oxygen Therapy menjanjikan sebagai terobosan dalam pengobatan gangguan neurologis, namun masih membutuhkan eksplorasi lebih lanjut. Dengan pendekatan yang lebih sistematis, objektif, dan multidisiplin, kita dapat membuka potensi penuh HBOT sebagai terapi komplementer dalam neurologi. Seperti matahari yang terbit membawa harapan baru, HBOT menawarkan sinar baru bagi pasien dengan gangguan neurologis, memberikan kemungkinan untuk pemulihan dan kualitas hidup yang lebih baik. Artikel ini ditulis oleh Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, SpKL. Subsp.KT(K),SE., M.Kes., MH., C.FEM, FISQua, FRSPH, hasil ekstraksi dari Marcinkowska, A. B., Mankowska, N. D., Kot, J., & Winklewski, P. J. (2022). Impact of Hyperbaric Oxygen Therapy on Cognitive Functions: a Systematic Review. Neuropsychology review, 32(1), 99–126. https://doi.org/10.1007/s11065-021-09500-9



0Comments

This is the first post Next Post