name='rating'/> Selamat Datang Vaksin Corona: Merdeka
DokterGeJeBlangkonPutih

Sebetulnya , aku mau rest dulu bicara tentang Covid19. Tapi ternyata sebagai penyintas alias alumni angkatan pertama yg pernah " terserempet" Covid19 dan masih " diakui" sebagai dokter meskipun GeJe, banyak yang menanyakan padaku tentang Vaksin Covid19 yang akan segera diberikan pada masyarakat Indonesia.

Jadi begini saja ringkasnya. 

Pertama Be Positively: Berpikir positip. Seburuk buruknya Fir' aun dia masih mau membiarkan ada bayi laki2 yang tidak dibunuh olehnya. 
Apalagi pemerintah kita, yang sudah berusaha sangat luar biasa keras, untuk menghadapi Covid19 ini. Meskipun sangat tidak mudah, karena masyarakat kita rata rata super cuek.

Beberapa waktu yang lalu, waktu pulang kampung ke Surabaya, hanya untuk makan masakan jepang saja antrinya ampun ampun.

Walau protokol kesehatan ' seolah' diterapkan, tapi tak lebih hanya formalitas saja. Jadi wajar jika hampir tiap hari , kita melihat angka penderita konfirm Covid19 makin menggelembung. Makin gendut. Makin banyak.

Berita duka cita muncul hampir tiap jam di group Wa. Dokter , para medis, alim ulama, pejabat sipil dan militer juga pengusaha,meninggal karena Corona. Itu kebanyakan tokoh terkenal. Apalagi yang tidak dikenal. Pasti makin banyak lagi. 

Jika kita berpikir positip, pemerintah ini, pasti tidak ingin mencelakai rakyatnya. Dan ini didukung oleh banyak akademisi Indonesia yang sungguh sungguh bekerja serta berikhlas hati melawan Covid19 ini. Jadi aku saran " sami'na wa atho'na": dengarkan dan kerjakan saja. 
Sambil berpasrah pada Alloh Ta ' ala.

Kedua , Pemerintah sudah menjamin vaksin Covid-19 aman bagi manusia karena telah melalui uji klinis yang ketat. 

Memang kalau kita berpikir adakah obat atau terapi ysng 100 persen aman? Ya pastinya tidak. Obat saja dasarnya adalah racun. Semua obat memiliki efek samping. Sehingga perlu aturan dan SOP dalam mengkonsumsinya. Tidak asal teguk saja. Baca aturan pakainya, kalau tidak ingin keracunan atau intoksikasi. 

Selama penggunaan vaksin sesuai aturan, tentunya, aman aman saja. Meskipun resiko alergi misalnya tetap saja ada. 

Prinsip sederhananya , apabila seseorang divaksinasi, maka vaksin yang masuk ke dalam tubuh akan menstimulasi imunitas tubuh dan proses ini sudah melalui uji tahapan praklinis dan klinis. Pro kontra pada pemanfaatan vaksin Covid19 pada kondisi sekarang, wajar saja. Monggo saja, karena setiap orang bebas menentukan pilihannya. 

Ketiga, dalam percakapan dengan beberapa pasien menyampaikan bahwa mereka ' emoh' alias ogah divaksinasi Covid-19 karena takut efek samping yang buruk bagi kesehatan hingga takut malah jadi tetular.

Sebagai info saja uji klinis Covid-19 oleh Bio Farma di Bandung dilaporkan terus berjalan. Untuk melihat efikasi vaksin, diperlukan data perubahan pada sampel darah dari para relawan.    

Mengutip pernyataan Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil menyebutkan di Bandung 1.620 subjek sudah selesai disuntik. Tinggal mengikuti perkembangan kondisinya setelah penyuntikan.

“Jadi dia itu sebelum disuntik kan diambil darahnya, sebulan akan diambil lagi, 3 bulan dan 6 bulan akan diambil lagi untuk evaluasi kadar imun, vaksin, dan efikasi vaksin,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad pada dialog produktif KPCPEN, Selasa ( 10/11/2020).

Prof Kusnandi menjelaskan di antara 1.620 relawan ada yang diberi plasebo. Nantinya, kondisi antara yang diberi vaksin dan yang diberi plasebo akan dibandingkan perbedaanya.

“Tapi untuk menemukan efikasi memang sampel harus diambil dari beberapa tempat. Jadi tetap harus menunggu hasil uji klinis di Brasil, Uni Emirat Arab, dan India, yang dilakukan bersama-sama, ” jelasnya.
Artinya vaksin ini telah melalui tahap uji dan tetus dilakukan dengan mengkorelasikan dengan penelitian efektivitas vaksin di negara negara lain di didunia.

Jadi kalau buatku sendiri, aku memilih untuk mengikuti vaksin daripada tidak divaksin.

Hanya satu saja kendala utamaku. Lebih baik aku disuruh mengatasi konflik di poso maluku ambon di masa itu, atau menghadapi OPM. Atau sekalian menghadapi teroris. Daripada disuntik. Hahaha. Ini serius. 

Andai vaksinasi Covid19 ada yang bisa diminum dengan teh kotak sambil makan emping, duh enaknnyaaaaaa...

Gagal maning tujuanku jadi dokter, untuk menghindar dari suntikan. Hiks hiks hiks

Selamat datang vaksin Covid19 di Indonesia.

Terimakasih buat peneliti vaksin Covid19 merahputih yang sudah bekerja keras sampai di tahap ini. 

Respek,salut dan hormat.

Aku dan kami yang mendukung vaksin Covid19, siap menjadi penerima vaksin Covid19.

MERDEKA Dari Corona!!!!

BG 20.12.2020

#bukuperangmelawanCorona
#ResepDokterGeJeBlangkonputih



0Comments

Previous Post Next Post