name='rating'/> Galau Syukur: Dimana Kau, Tuhan ? DokterGeJeHisnindarsyah
*Saya ini lagi galau, gus. Bingung mensikapi hidup dan keberadaan Tuhan*

* lho apa yang membuat bingung?*

* saya ini sudah berusaha, bekerja pagi siang malam. Tidak maksiat, selalu bersholat. Tapi mengapa hidup dan rejeki , begini begini saja? Sepertinya semua upaya lahir bathin tidak ada yang terjawab oleh Tuhan. Ga ada perubahan. 
Gini gini aja. Mohon saran apa yang harus saya lakukan?*

* Yang harus dilakukan saat ini adalah istigfar 3 x dan setiap hari minimal 1000x. Sebagai ganti atas pertanyaanmu itu. Istigfar terus ditiap langkahmu*

* lho, kenapa saya harus istigfar dan terus menerus istigfar?*

* Caramu mereject dengan mempertanyakan saranku saja sudah menunjukkan, bahwa kamu sudah meninggalkan Tuhan. Dirimu yang mereject, menolak kasih sayang Tuhan. Lalu bagaimana kamu bersyukur, jika pada Tuhan pun kamu bersuuzhon? Berprasangka buruk? * 

Dia pun terdiam dan menunduk

* Bro, ada adab untuk ' menerima' pemberian. Misalnya suatu saat kamu menghubungiku dan bilang kamu sedang kesulitan finansial. Lalu aku datang membawa beras, minyak , gula dan sembako untuk kebutuhan rumah tanggamu. 
Kemudian dirimu merespon dengan bilang padaku: lho aku ga butuh ini. Aku butuh duit. Bukan sembako. 
Kira- kira apa yang aku rasakan? 
Coba bayangkan itu jika dirimu dirimu dalam posisiku. Tidak aku ambil lagi sembako itu, sudah bagus*

Dia diam dan makin menunduk.

* Lain halnya, jika kau meminta tolong finansial padaku. Lalu aku datang membawa sembako padamu. Kemudian dirimu menerima dengan penuh haru, rasa syukur sambil memelukku. Menangis karena kasih sayang yang aku tunjukkan walau mungkin tidak sesuai harapan. 
Kira kira jika dirimu jadi aku pada saat itu, tidakkah ada rasa inginku untuk menambah lagi apa yang sudah aku berikan padamu?*

Dia makin tertunduk dalam dan mulai meneteskan air mata..

* Jangan berprasangka buruk pada Tuhan. Karena Tuhan itu ada sebagaimana prasangka hambaNya. Berprasangka baiklah. Bersyukurlah atas segala nikmat yang diberikan Tuhan, yang tanpa batas. Karena janji Tuhan atas syukur itu pasti. Siapa yang bersyukur padaku maka nikmatnya akan Aku tambah. Dan siapa yang kufur , maka sungguh adzabku sangat pedih. 

* Bro, Tuhan tak pernah meninggalkan hambaNya. Tapi kita yang menjauh dariNya.
 Karena kesombongan kita. Dan selalu mengharap Tuhan mengabulkan semua permohonan kita. Padahal Tuhan Maha Tahu, apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. 
Jangan mendikte Tuhan. Jangan memaksa Tuhan. Muhasabah diri. Koreksi diri. Apa yang membuat dirimu jauh dari rasa syukur. Bukankah kita bisa bercakap dalam keadaan sehat adalah rizki yang tak terkirakan. 
Segeralah istigfar. Banyak istigfar. Karena istigfar akan merendahkan hatimu dari keangkuhan diri. Dan membuat tenang dalam syukur*

Dia pun menangis tersedu. 
Dan akupun menghela nafas. 
Karena sadar, aku sedang bercakap pada diriku, bahwa Alloh menghadirkannya, untuk mengingatkan aku agar selalu bersyukur.

ALHAMDULILLAH YA ALLOH ATAS SEMUA KASIH SAYANG DAN KARUNIAMU 

Self Reminder di pagi penuh semangat
RSAL MDTS Kebanggan 09.03.2022 
#DokterGeJebersyukur
#Preparegoingbackhome
#Alhamdulillahalakulihal



2Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post