name='rating'/> Waspadai komplikasi akibat seringnya swab Hidung dan nasopharing
Meski secara umum dianggap aman, tes usap hidung dan nasopharing ( test swap) bukannya tanpa risiko. 

Individu yang melakukan tes swab dengan pelatihan minimal , memiliki risiko cedera yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang dilakukan oleh nakes yang terlatih. 

Beberapa kasus menunjukkan kemungkinan cedera intrakranial ketika tes tidak dilakukan dengan tehnik dan prosedur yang benar

Komplikasi yang timbul antara lain: 
1. Patahnya ujung tangkai swab karena tidak paham tehnik pengambilan, bersin atau gerakan refleks menelan.  Bisa juga karena kelelahan dari si pengambil sample. 
2. Mimisan( epistaksis) karena mengenai pembuluh darah di rongga hidung karena tehnik yang salah. Atau perulangan dalam waktu sangat dekat. 
3. Dilaporkan juga , adanya dislokasi rahang( Dislokasi TMJ) , walaupun hanya 1 kasus tahun 2020. Karena kurang koperatif pasien. 
4. Kebocoran CSF ( Cairan Cerebrospinal) , ensefalokel, dan meningitis.

Disisi lain  meningkatnya permintaan untuk swab ini berpotensi mengakibatkan kurangnya pasokan praktisi yang berpengalaman dalam melakukan tes ini. 

Tingginya test swap hidung dan nasopharing yang  dilakukan saat ini,  membuat komplikasi yang jarang terjadi, menjadi lebih besar resiko angka kejadiannya , sebanding dengan  tingkat populasi terperiksa. 

Semakin sering swap hidung dan nasopharing dilakukan, semakin besar potensi terjadinya jejas atau trauma berupa iritasi mukosa, meningkatnya resiko terjadi injury atau luka, resiko inflamasi. Dan kerusakan jaringan. 
Terutama di basis cranii atau cibriformis.
Apalagi jika dikerjakan pada kurun waktu yang berdekatan. 

Karena resiko ini, tindakan untuk melakukan test antigen dan PCR sebagai syarat perjalanan yang bertujuan untuk melakukan pembatasan mobilisasi, merupakan  hal yang perlu dipertimbangkan matang. Baik oleh  pembuat policy maupun penumpang. 

Cuma bisa bilang: Waspada dan hati hati.

#Taatprokes5M
#AyoVaksin
#hati2bolakbalikswabhidungmelebar

DokterGeJe 21.08.2021
 https://www.appliedradiology.com/articles/traumatic-cribriform-plate-defect-following-self-administered-covid-19-nasal-swab-test
 https://jamanetwork.com/journals/jamaotolaryngology/fullarticle/2771362
 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8014120/
 https://www.mja.com.au/journal/2021/214/10/covid-19-swab-related-skull-base-injury



0Comments

Previous Post Next Post