name='rating'/> Hari Dharma Samudera 2021: Berdharma bersimbah air mata
Hisnindarsyah 
DokterGeJeBlangkonputih

Kali ini, peringatan Hari Dharma Samudera 2021 dilaksanakan dalam suasana yang sangat berbeda.

Bukan hanya karena pandemi Covid19 semata.Yang membuat pelaksanaan kegiatan upacara harus mematuhi kaidah protokol kesehatan Covid 19: Memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan. Termasuk membatasi kerumunan dan interaksi. 

Sehingga akhirnya, kegiatan upacara" Hari Dharma Samudera 2021", lebih cepat dari biasanya. Sederhana, apa adanya.Tidak bertele tele. Dalam jumlah yang terbatas. Undanganpun tidak banyak. Bahkan seperti biasa saja dan jauh dari kesan ' wah'.

Tapi sungguh tak mengurangi makna kesakralan dari upacara tersebut.  

Dan memang harus begitu.
Karena itulah sikap yang paham arti simpati dan empati.

Mengapa kita harus berempati dan bersimpati?

Karena saat ini kita sedang dalam keprihatinan nasional. Belum juga usai diserbu pandemi Covid19 , yang mewafatkan banyak nakes , ulama dan orang berilmu.
Ujian berupa bencana pun silih berganti mengalir silih berganti. Menguji pesona ketabahan, kesabaran, ketangguhan , kekuatan sekaligus keikhlasan bangsa ini.

Diawali mulai penghujung tahun dan di awal tahun baru 2021.
Tanjung pinang dilanda banjir dan tanah longsor. Daerah yang selama ini, tidak pernah mengenal banjir apalagi longsor. Namun Qodarulloh, hujan 36 jam sejak tanggal 2 Januari dan terus sampai kini, membuat kerugian bagi 3152 orang. Sampai sekarang sisanyapun masih belum juga usai ditangani.

Belum selesai itu, bencana longsor menghantam kabupaten Bogor. 
Mulai dari 8 Januari hingga 11 januari 2021, BPBD Bogor mencatat 16 bencana di 10 kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hampir semua berupa longsor, yang membuat banyak nyawa yang hilang. 
Tertimbunan reruntuhan bangunan dan longsoran.
Bencana longsor yang cukup besar terjadi di sekitar Gunung Mas, Cisarua. Insiden tersebut sempat menutup Jalur Puncak pada Minggu malam, 10 Januari 2021, dan di Cipeundeu, Pamijahan pada Senin, 11 Januari 2021.

Hanya sampai disitu ? Tidak . Ujian masih terus berlanjut.

Tanggal 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya SYJ-812 kehilangan kontak selepas 10 menit mengangkasa. 56 penumpang yang berangkat dari Jakarta ke Pontianak, harus berserah pada takdir tepat pukul 14.40 WIB. 
Alloh Ta'ala Menyayangi mereka.
Sehingga mereka terbang untuk pulang. 
Pulang Menghadap kehadirat Alloh Ta'ala. 
Duka pun mendalam. Bukan hanya bagi bangsa Indonesia , tapi seluruh dunia. 
Bangsa Palestina, mengirimkan video khusus, menyampaikan duka cita pada keluarga dan bangsa Indonesia. Padahal bangsa Palestina sendiri pun, masih terus berjuang dalam duka dan doa. Masya Alloh.

Usaikah ujian ini? Belum lagi.

Innalillahi wainnailaihi ro'jiun.

Seorang ulama zuhud, ahli Qur'an, pendidik hafidzh. Lahir di Madinah, menikah tahun 2006 di Lombok dan mendapat kewarganegaraan Indonesia, wafat. 
Lentera itu adalah Syekh Ali Jaber, ulama , hafidz kelahiran Madinah, dipanggil kehadirat Illahi robbi 14 Januari 2021. 
Dentang waktu berhenti pukul 08.30 WIB, mengakhiri usia perjalanan dakwah beliau di usia 44 tahun. Dengan meninggalkan jejak perjalanan dakwah yang begitu menusantara. 

Ya beliaulah ulama asli Arab , tapi sangat mengIndonesia. Kecintaan beliau pada umat dan bangsa Indonesia, begitu indah.

Jika jutaan orang Indonesia ingin diwafatkan di makkah dan Madinah. Beliau justru ingin wafat di Indonesia dan dimakamkan di Lombok.

Qodarulloh, Alloh mengabulkan. 
Hanya untuk pemakaman, dilakukan di ponpes Hafidz Qur'an Cipondoh. Al Fatihah untuk Allohuyarham Syekh Ali Jaber.

Hari yang menderaikan air mata ini, apakah akan berakhir ? Ternyata tidak.

Kabar datang dari Kalimantan Selatan. Banjir melanda Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin. Waktunya tepat pada hari kamis, 14 Januari 2021. 

Sekitar 1.492 orang menjadi korban. Dan dievakuasi oleh tim gabungan karena korban terkena banjir. Menurut Kepala BPBD Tapin, menyampaikan pengungsi sudah ada 250 lebih. Dan saat ini tahap evakusi masih terus berlanjut. Dan pengungsi masih terus bertambah.

Dan hari ini tanggal 15 Januari 2021, beberapa saat sebelum upacara Hari Dharma Samudera dimulai, sebuah video dan beberapa cuplikan gambar, masuk ke WA group.

Gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter telah mengguncang Kota Majene Mamuju Sulawesi Barat. Diawali mulai 02.30 WITA, gempa seperti bergerak. 
Menurut catatan hingga saat ini , Jumat (15/1/2021), pukul 11.10 WIB, tedapat delapan orang meninggal dan 637 orang luka-luka akibat gempa bumi di Sulawesi Barat tersebut. 

BPBD Majene melaporkan kurang lebih 15.000 orang mengungsi. Kerusakan bangunan komunikasi mencakup 62 unit rumah, satu puskesmas rusak berat, satu kantor koramil rusak berat, jaringan listrik padam dan seluler tidak stabil.
Selain itu, terdapat tiga titik longsor yang terjadi di sepanjang jalan poros Kabupaten Majene hingga Kabupaten Mamuju.

Dan karena itulah , Lantamal VI yang terletak di Makasar, memutuskan meniadakan upacara. Tapi menggantinya dengan kegiatan perbantuan personil dan sumberdaya yang ada, untuk membantu korban gempa di Majene Sulawesi Barat. Masya Alloh. 

Tanpa terasa air mataku menetes.

Inilah Hari Dharma Samudera 2021, yang sesungguhnya.
Keberanian, patriotisme, kesediaan berkorban dari pendahulu pendahulu yang gugur pada pertempuran di Laut Aru, kita coba teladani.

Di momentum ini, kami tidak berdiam diri.
Yang ada di lokasi, beraksi memberi bantuan.
Yang ada di kejauhan , melaksanakan tabur bunga.
Aku pun berdoa:
" Ya Alloh, cukupkanlah semua ujianMu ini. Aku mohon ampunanMu karena kufurnya diriku pada nikmatMu, ketiadaan rasa hormatku pada pejuang pendahulu, karena tersibukkan diri pada dunia, sehingga tak siapkan bekal untuk akhiratku. 
Yaitu Amal dan ibadahku. Ampuni dan aku serta kami semua sungguh akan terus menjadi Abdulloh yang hanya menyembah dan mengabdi padaMu Ya Alloh. Amiin Ya Robbal Alamin".

Bunga pun kutabur dari tepian dermaga.
Sambil beristigfar, mengingat dosa yang menggunung: takabur, sombong, riya dan serakah.
Astagfirullohaladhim.
Dermaga TPI , 15 Januari 2021

#DokterGeJeBlangkonputih
#HariDharmaSamuderadenganberdarma




0Comments

Previous Post Next Post